Fenomena Supply Shock Saat Pandemi: Akankah Menghantui Perekonomian?

By : Research Division HIMA ESP FEB UNPAD

Indonesia tidak menjadi negara yang ‘sendirian’ yang terkena dampak sosial-ekonomi dari adanya pandemi Covid-19. Sebagian besar dari masyarakat Indonesia sudah mulai merasa terpukul karena adanya wabah ini yang menganggu aktivitas mereka. Ancaman resesi terhadap perekonomian pun kian menjadi ‘momok’ menakutkan bagi Indonesia. Salah satu fenomena yang mungkin bisa terjadi apabila wabah ini berlangsung lama dan memburuk adalah supply shock.

Turunnya Indeks Harga Komoditas Global

Indonesia adalah salah satu negara yang bergantung pada harga komoditas, dikarenakan sektor ini berkontribusi pada pertumbuhan PDB melalui konsumsi, investasi dan ekspor-impor. Sejak awal tahun 2020, Indeks Komoditas S&P Goldman Sachs (S&P GSCI) yang merupakan indeks pasar yang berfungsi sebagai tolak ukur untuk investasi di pasar komoditas telah mengalami trend penurunan dan anjlok lebih dari 45 persen seiringan dengan memburuknya kasus Covid-19 ini.Screenshot (44)

Penurunan pada indeks harga komoditas global dapat menjadi salah satu faktor yang memperburuk dampak krisis Covid-19 di Indonesia khususnya pada sektor harga komoditas dan ketersediaan bahan baku. Hal ini dapat ditunjukkan melalui trend peningkatan Consumer Price Index (CPI) di Indonesia pada awal Februari sampai awal bulan Mei 2020. Kemungkinan dampak dari adanya masalah tersebut terhadap Indonesia adalah dapat mengganggu rantai pasokan global dan memicu terjadinya inflasi, sehingga dapat berpotensi terjadinya supply shock.

Fenomena Supply Shock

Supply shock adalah suatu kondisi tidak terduga yang tiba-tiba mengubah pasokan suatu produk atau komoditas, yang mengakibatkan perubahan harga yang tidak terduga. Fenomena ini mungkin bisa terjadi apabila durasi dari wabah ini berlangsung lama dan kian memburuk yang membuat global supply chain (mata rantai jaringan produksi global) terganggu. Implikasi dari adanya supply shock selain melemahnya ekonomi dari sisi penawaran agregat, juga bisa memicu adanya stagflasi, dimana kondisi ini terjadi ketika kenaikan harga disertai penurunan produksi yang bisa membuat ekonomi sangat terpukul.

Saat ini yang menjadi episentrum terbesar dari jaringan produksi salah satunya adalah China. Tak hanya itu, China juga memproduksi barang modal bagi banyak negara di dunia. Oleh karena itu, terganggungnya ekonomi China akan menganggu global supply chain yang membuat sebagian besar negara tak terkecuali Indonesia yang menjadi mitra dagang terbesarnya akan ikut ‘terseret’ dalam guncangan ekonomi. Fenomena ini dapat diilustrasikan dalam pendekatan ekonomi normatif melalui kurva Penawaran Agregat dan kurva Philipps dengan asumsi permintaan agregat saat ini dalam batas kondisi yang normal.

Screenshot (60)

TABEL

Fakta Di Lapangan

Bila berkaca dari kemungkinan dampak terburuk supply shock pada pendekatan kurva diatas, maka pemerintah tetap harus mewaspadai agar fenomena ini tidak sepenuhnya menimpa perekonomian ditengah pandemi. Sebab, saat ini meski kebutuhan pangan masyarakat ditengah pandemi masih memadai sampai 3-4 bulan kedepan, namun kenaikan harga dan gelombang Pemutusan Hubungan kerja (PHK) sudah mulai melonjak tinggi.

Screenshot (51)

Kebijakan Moneter dan Fiskal

Jika hal ini benar-benar terjadi pada perekonomian saat pandemi. Indonesia harus melanjutkan ekspansi dengan menggunakan beberapa instrumen kebijakan moneter dan fiskal untuk dapat meredakan fenomena supply shock serta menstimulus perekonomian kearah kondisi yang lebih baik. Sebagaimana dapat diilustrasikan melalui pendekatan kurva permintaan dan penawaran agregat dalam beberapa skenario intervensi kebijakan yang bisa dilakukan.

Screenshot (52)

Asumsi:
1. Kondisi mula-mula di titik B, saat wabah berlangsung lama permintaan agregat saat ini dalam batas kondisi yang normal namun disertai kelangkaan dan implikasinya adalah kenaikan harga disertai penurunan output (stagflasi).
2. Kurva penawaran agregat jangka panjang (LRAS) konstan.

Keterangan:
1. LRAS: Penawaran agregat jangka panjang
2. SRAS: Penawaran agregat jangka pendek
3. AD: Permintaan agregat
4. YN: Output natural

Screenshot (58)

Kesimpulan

Secara keseluruhan memang Indonesia saat ini belum mengalami fenomena supply shock, mengingat ditengah adanya pandemi Covid-19 ini, pemerintah sudah tepat dalam hal kebijakan moneter dan fiskal berupa penanganan yang baik mulai dari stabilisasi tingkat harga hingga jaminan ketersediaan pasokan kebutuhan pokok masyarakat.

Namun, pemerintah tetap harus mewaspadai gejala-gejala fenomena supply shock yang sudah mulai terjadi ditengah kondisi perekonomian yang tidak menentu akibat adanya pandemi ini. Pemerintah juga perlu melakukan suatu inovasi kebijakan yang tujuannya untuk meningkatkan produksi lokal dalam jangka panjang sebagai bentuk antisipasi dari kemungkinan terjadinya fenomena supply shock saat adanya pandemi.

 

 

Referensi

Mankiw, N. G. (2018). Principles of Economics. 8e. Boston: Cengage Learning.

Putri, C. A. (2020, March 04). Ngeri! Virus Corona China: Dunia Sakit & Ancaman Stagflasi. Retrieved from cnbcindonesia.com: https://www.cnbcindonesia.com/news/20200303180855-4-142229/ngeri-virus-corona-china-dunia-sakit-ancaman-stagflasi

Ramadhani, P. I. (2020, April 10). HEADLINE: Ancaman Gelombang PHK Massal Akibat Pandemi Corona, Apa Antisipasi Pemerintah? Retrieved from liputan6.com: https://www.liputan6.com/bisnis/read/4223898/headline-ancaman-gelombang-phk-massal-akibat-pandemi-corona-apa-antisipasi-pemerintah#

Rosengren, E. S. (2011, May 04). A Look Inside a Key Economic Debate: How Should Monetary Policy Respond to Price Increases Driven by Supply Shocks? Retrieved from bostonfed.org: https://www.bostonfed.org/news-and-events/speeches/a-look-inside-a-key-economic-debate-how-should-monetary-policy-respond-to-price-increases-driven-by-supply-shocks.aspx

Trading Economics. (2020). GSCI Commodity Index. Retrieved from tradingeconomics.com: https://tradingeconomics.com/commodity/gsci

World Bank. (2017, March 22). Stronger global growth and commodity prices contribute to faster economic growth for Indonesia in 2017. Retrieved from https://www.worldbank.org/en/news/press-release/2017/03/22/stronger-global-growth-and-commodity-prices-contribute-to-faster-economic-growth-for-indonesia-in-2017

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s