Perilaku Konsumsi Mahasiswa Universitas Padjadjaran pada Platform E-Commerce

By : Research Division HIMA ESP FEB UNPAD

Pendahuluan

    E-Commerce merupakan kegiatan menjual dan membeli barang atau jasa serta transmisi dana maupun data melalui jaringan elektronik. Dengan perkembangan teknologi informasi dan software, hal ini membuat transaksi konvensional menjadi mungkin untuk dilakukan secara elektronik sehingga trend e-commerce ini semakin meningkat dari tahun ke tahun. Selain itu, adanya e-commerce menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan bisnis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan ditunjukan oleh jumlah pelaku bisnis dalam platform e-commerce sebesar 26 juta unit. E-Commerce juga turut menyumbang Rp 814 triliun atau 5,5% terhadap PDB pada tahun 2018 dan menambah jumlah lapangan pekerjaan baru sebesar 5,7 juta atau 4,5% dari total tenaga kerja. Maka hal ini menunjukan pentingnya e-commerce bagi perkembangan perekonomian di Indonesia.

Pada tahun 2019 lalu, sekitar 2,05 miliar orang melakukan transaksi online yang artinya sekitar 21,55% penduduk dunia sudah menggunakan jasa e-commerce dan jumlah ini akan terus bertambah hingga beberapa tahun kedepan. Sedangkan di Indonesia sendiri memiliki pertumbuhan di sektor e-commerce sebesar 78% dan menempati urutan teratas pada tahun 2018 menurut lembaga riset asal Inggris yakni Merchant Machine yang merilis daftar sepuluh negara dengan pertumbuhan e-commerce tercepat di dunia. Salah satu faktor utama yang mempengaruhi pertumbuhan e-commerce di Indonesia sangat tinggi adalah jumlah pengguna internet di Indonesia yang lebih dari 100 juta pengguna yang menjadi salah satu kekuatan yang mendorong pertumbuhan e-commerce sehingga hal ini dapat menunjukan perubahan perilaku seseorang dalam bertransaksi baik menjual, membeli maupun memasarkan barang kebutuhan sehari-hari dimana mereka beralih dari secara konvensional menjadi secara elektronik melalui berbagai platform yang ada saat ini.

Berbagai kalangan banyak sekali menggunakan jasa e-commerce; baik dewasa atau remaja maupun yang sudah bekerja atau sedang menempuh pendidikan. Maka pada kesempatan kali ini, kami divisi research Hima ESP FEB Unpad 2020 melakukan penelitian yang targetnya merupakan mahasiswa dengan judul “Perilaku Konsumsi Mahasiswa Universitas Padjadjaran pada Platform E-Commerce”.

 

Data dan Metodologi

Dalam penelitian ini kami menggunakan data primer melalui penyebaran kuesioner daring dari tanggal  24 – 29 Februari 2020 melalui platform google form. Dari kuesioner tersebut diperoleh 132 responden dari berbagai jurusan di Universitas Padjadjaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistika deskriptif untuk menjelaskan perilaku mahasiswa UNPAD dalam menggunakan platform e-commerce.

Dari 132 responden tersebut 72.72% (96 responden) berjenis kelamin perempuan dan sisanya 27.27% (36 responden) adalah laki-laki. Berdasarkan asal fakultas, 73.48% (97 responden)  berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, 4.54% (6 responden) berasal dari Fakultas Ilmu Budaya, 2.27% (3 responden) berasal dari FTG, 0.75% (1 responden) berasal dari Fakultas Farmasi, 2.27% (3 responden) berasal dari Fakultas Pertanian, 0.75% (1 responden) berasal dari Fakultas Ilmu Perikanan dan Kelautan, 2.27% (3 responden) berasal dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, 3.03% (4 responden) berasal dari Fakultas Ilmu Komunikasi, 1.515% (2 responden) berasal dari Fakultas Kedokteran Gigi, 5.3% (7 responden) berasal dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik dan 0.757% (1 responden) berasal dari Fakultas Teknologi Ilmu Pangan. Kami juga menemukan bahwa dari 132 responden tersebut 2.27% (3 responden)  berasal dari angkatan 2016, 10.6% (14 responden) berasal dari angkatan 2017, 44.69% (59 responden) berasal dari angkatan 2018 dan 42.42% (56 responden) berasal dan angkatan 2019.

Terdapat 9 variabel yang dijadikan parameter yang merefleksikan perilaku mahasiswa unpad dalam penggunaan platform e-commerce. Variabel tersebut menggambarkan frekuensi penggunaan platform e-commerce, jenis barang yang dibeli, rata-rata pengeluaran, jumlah platform e-commerce yang digunakan, metode pembayaran yang digunakan, peran diskon dalam penggunaan platform e-commerce, lama waktu yang digunakan dalam penggunaan e-commerce dan keaktifan penggunaan e-commerce dalam satu hari tertentu.

Dalam memperoleh mengobservasi perilaku penggunaan  platform e-commerce, salah satu variabel yang menjadi parameter utama adalah frekuensi transaksi. Frekuensi transaksi pada penelitian ini dihitung dalam periode 1 bulan. Dari data yang diperoleh kami menemukan bahwa 38.6% (51 responden) melakukan transaksi sebanyak 1 kali perbulan, 33.33% (44 responden) melakukan transaksi sebanyak 2 kali perbulan, 19.69% (26 responden) melakukan transaksi sebanyak 3 kali perbulan, 6.06% (8 responden) melakukan transaksi sebanyak 4 kali perbulan, 1.515% (2 responden) melakukan transaksi sebanyak 5 kali perbulan, 0.75%  melakukan transaksi sebanyak 6 (responden) kali perbulan. Dapat disimpulkan bahwa rata-rata transaksi mahasiswa UNPAD dalam satu bulan sebanyak  2.007575

     Untuk mengetahui perilaku penggunaan platform e-commerce, maka kami menggunakan variabel jenis barang yang sering dibeli sebagai parameter perilaku seseorang dalam keseharian nya menggunakan platform e-commerce. Dari data yang diperoleh, kami menemukan bahwa 6.25% responden melakukan transaksi untuk membeli makanan/minuman, 8.75% responden melakukan transaksi untuk membeli barang kebersihan pribadi (non kosmetik), 17.8% responden melakukan transaksi untuk membeli kosmetik, 9.1% responden melakukan transaksi untuk membeli barang elektronik, 0.3% responden melakukan transaksi untuk membeli part otomotif, 9.1% responden melakukan transaksi untuk membeli alat tulis kantor, 28.1% melakukan transaksi untuk membeli pakaian, 9.4% responden melakukan transaksi untuk membeli buku, 0.6% responden melakukan transaksi untuk membeli obat-obatan, 7.2% responden melakukan transaksi untuk membeli tas, 3.4% responden melakukan transaksi untuk membeli peralatan olahraga. Dengan hal ini, dapat diketahui bahwa mahasiswa UNPAD lebih sering membeli pakaian melalui platform e-commerce.

     Pengeluaran merupakan salah satu aspek terpenting dalam mengkaji perilaku mahasiswa UNPAD dalam penggunaan aplikasi e-commerce. Di lingkungan UNPAD kami menemukan bahwa rata-rata pengeluaran per transaksi dalam aplikasi e-commerce adalah Rp 177.500 dengan pengeluaran terendah sebesar Rp 30.000 dan tertinggi Rp 3.000.000. Sebanyak 52.27% (69 responden) melakukan pengeluaran antara Rp 10.000 –  Rp 100.000, 32% (43 responden)  melakukan pengeluaran antara Rp 100.001 –  Rp 200.000, 8.3% (11 responden) melakukan pengeluaran antara Rp 200.001 –  Rp 300.000, 2.72% (3 responden) melakukan pengeluaran antara Rp 300.001 –  Rp 400.000, 1.51% (2 responden) melakukan pengeluaran antara Rp 400.001 –  Rp 500.000, 0.75% (1 responden) melakukan pengeluaran antara Rp 500.001 –  Rp 600.000, 0.75% (1 responden) melakukan pengeluaran antara Rp 600.001 –  Rp 700.000, 0.75% (1 responden) melakukan pengeluaran antara Rp 900.001 –  Rp 1.000.000 dan 0.75% (1 responden) melakukan pengeluaran antara Rp 1.000.001 –  Rp 3.000.000.

Di Indonesia terdapat banyak pilihan platform e-commerce. Dari data yang telah diperoleh kami menemukan bahwa sebagian besar mahasiswa UNPAD menggunakan aplikasi e-commerce Shopee 78% (103 responden). Aplikasi tersebut disusul Tokopedia dengan penggunaan di UNPAD sebesar 14.4% (19 responden). Terdapat aplikasi e-commerce lainnya juga yang digunakan di UNPAD. Sebanyak 2.3% (3 orang) menggunakan platform Bukalapak, 2.3% (3 orang) menggunakan platform Lazada dan sisanya  sebanyak 3% (4 responden) tersebar secara merata menggunakan platform Rakuten, Blibli, Zalora dan Ebay.

Platform e-commerce menawarkan banyak metode pembayaran dan hal ini menjadi salah satu daya tarik masyarakat untuk menggunakan platform ini. Pada bagian ini kami mengkaji jenis-jenis metode pembayaran yang digunakan oleh mahasiswa UNPAD dalam melakukan transaksi pada platform e-commerce. Data yang kita peroleh kami menyimpulkan bahwa sebesar 72% mahasiswa unpad atau 95 responden bertransaksi menggunakan transfer  debit, 17.4% (23 responden) bertransaksi melalui gerai / payment point seperti indomaret dan sisanya sebesar  10.6% (14 responden) bertransaksi melalui aplikasi fintech seperti Ovo, Paypal dan Daba.   

Diskon Merupakan salah satu daya tarik masyarakat untuk melakukan konsumsi. Pada bagian ini kami ingin mengkaji peran diskon dalam perilaku konsumsi pada platform e-commerce. Dari data yang kami peroleh sebanyak 55.3% (73 responden) tidak dipengaruhi oleh diskon saat berbelanja menggunakan platform e-commerce dan sisanya sebesar 44.7% (59 responden) sangat dipengaruhi oleh diskon saat berbelanja menggunakan platform e-commerce. Hal ini merefleksikan bahwa mahasiswa UNPAD banyak memanfaatkan diskon dalam melakukan belanja online.

     Variabel waktu penggunaan merupakan variabel yang penting untuk mengetahui seberapa sering mahasiswa UNPAD menggunakan platform e-commerce dalam kesehariannya. Dari data yang telah kami memperoleh bahwa 3.8% mahasiswa menggunakan platform tersebut dalam kurun waktu 10 menit. 25% (33 responden) menggunakan platform tersebut dalam kurun waktu 10 hingga 30 menit. 33.3% (44 responden) menggunakan platform tersebut dalam kurun waktu 30 menit hingga 1 jam. 16.7% (22 responden) menggunakan platform tersebut dalam kurun waktu 1 hingga 2 jam. 3.8% (5 responden) menggunakan platform tersebut lebih dari 2 jam. Dengan hal ini dapat diketahui bahwa dalam kurun waktu 10 hingga 30 menit merupakan waktu yang efektif bagi mahasiswa UNPAD menggunakan platform e-commerce.

     Jam penggunaan aplikasi e-commerce juga merupakan salah satu variabel yang unik dalam mengkaji perilaku mahasiswa UNPAD dalam penggunaan platform tersebut. Dari data yang telah kami peroleh kami memperoleh bahwa sebagian besar mahasiswa UNPAD sebanyak 63.6% (84 responden) aktif menggunakan aplikasi e-commerce pada pukul 18.00 – 22.00. Sebanyak 18.2% (24 responden) aktif menggunakan aplikasi e-commerce pada pukul 14.00 – 18.00, 9.1% (12 responden) aktif menggunakan aplikasi e-commerce pada pukul 22.00 – 02.00, 7.6% (10 responden) aktif menggunakan aplikasi e-commerce pada pukul 10.00 – 14.00 dan sisanya 1.5% (2 responden) aktif menggunakan aplikasi e-commerce pada pukul 06.00 – 10.00. Disini kami menyimpulkan bahwa penggunaan aplikasi e-commerce paling aktif terdapat antara siang sampai malam hari.

           

Kesimpulan

Berdasarkan hasil survey yang telah kami lakukan, penelitian ini menunjukkan kecenderungan perilaku mahasiswa UNPAD dalam menggunakan jasa e-commerce dalam 9 variabel. Rata-rata mahasiswa Unpad menggunakan jasa e-commerce sebanyak 2 kali dalam sebulan. Produk yang paling banyak dibeli adalah produk pakaian. Rata-rata jumlah uang yang dikeluarkan dalam sekali transaksi adalah Rp 177.500. Platform e-commerce yang paling banyak digunakan adalah Shopee kemudian disusul oleh Tokopedia dan mayoritas mahasiswa menyatakan tidak dipengaruhi oleh diskon saat membuat pembelian. Rata-rata mahasiswa melakukan transaksi e-commerce pada siang hingga malam hari dimana mereka menghabiskan kurang lebih 10 hingga 30 menit dalam sekali berbelanja.

 

Source :

https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/04/25/indonesia-jadi-negara-dengan-pertumbuhan-e-commerce-tercepat-di-dunia

https://digimind.id/trend-ecommerce

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s