Plastik berbayar, ngaruh gak sih?

untitled-infographic (2)

Permasalahan kantong plastik berbayar

  1. Dengan nilai sebesar Rp. 200,00 masih terlalu kecil dari WTP (Willingnes To Pay) sehingga belum menunjukan berpengaruh atau tidak tetapi dari pengamatan dan pengalaman kebijakan ini tidak sepenuhnya efektif untuk konsumen.
  1. Pemerintah masih terlihat setengah-setengah dan belum serius dalam mengurangi sampah plastic. Harus adanya evaluasi terhadap “masa percobaan” yang diberlakukan saat ini, jika pemerintah serius dalam menangani masalah ini kedepannya mungkin harga plastic harus dinaikan atau dilarang sama sekali untuk menggunakan plastic dengan tegas melalui law enforcement.
  2. Masalah sampah adalah haya masalah budaya (gaya hidup dan pola pikir), harus direformasi jika pemerintah serius dengan hukuman yang tegas. Kebijakan plastic berbayar seharga Rp. 200,00 semata hanya merupakan trigger untuk memancing awareness masyarakat.
  3. Solusinya adalah memberi insentif kepada produsen kantong plastic untuk berinovasi menciptakan kantong plastic degradable dan konsumen itu sendiri harus “dipaksa” merubah lifestyle-nya yang tidak ramah lingkungan karena hal itu juga akan membuat masyarakat kreatif mencari alternative lain.
  4. Selain melarang kantong plastic, pemerintah juga hasrus berpikir dan concern terhadap pengolahan limbah dan jika ingin menghilangkan kanton plastic sama sekali, perlu dianalisis apakah ketiadaan industri plastic berdampak signifikan terhadap pendapatan daerah dan negara serta lapangan kerja. Perlu dicari bagaimana dampak pelarangan kantong plastic terhadap industry plastic. #ECDIS #RESEARCHDIVISION #himaespunpad