ECONOMIC ANALYSIS #8: TUTUPNYA PERUSAHAAN RITEL AKIBAT DIGITALISASI

TUTUPNYA PERUSAHAAN RITEL AKIBAT DIGITALISASI

Oleh: Aldrian Kusuma Firmansyah e!17

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) memastikan, banyaknya toko serba ada (toserba) alias ritel yang tutup bukan karena daya beli masyarakat yang lesu, melainkan karena proses bisnis yang biasa.

Ketua Umum Aprindo Roy Mandey mengatakan, berkembangnya teknologi serta seiring meningkatnya pendapatan masyarakat juga akan mengubah pola hidup, dan hal itu yang harus ditangkap oleh para pelaku sektor ritel agar tetap hidup.

Roy menjelaskan, seiring dengan meningkatnya pendapatan masyarakat kelas menengah ke atas yang tinggi bersamaan dengan munculnya toko-toko online mampu mengubah pola hidup masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun, hal itu hanya pemicu bukan menjadi alasan utama banyaknya toko toserba atau ritel yang tutup belakangan ini.

“Tutupnya itu yang utama karena mereka ingin rekstrukturisasi, bahwa siapapun bisnis yang tutup itu hal yang biasa, tapi dasar buka tutup itu kan karena revenue lebih kecil dari cost, kenapa? Karena yang belanja lebih kecil, konsumennya enggak berubah bahkan meningkat tapi yang dibelanjakannya makin kecil sehingga tidak berkontribusi terhadap revenue, nah itu yang kita sebut tutupnya bukan karena daya beli yang rendah, tapi masalah costumer behavior-nya berubah,” kata Roy di Jakarta, Rabu (1/11/2017).
Dia menyebutkan, pelemahan sektor ritel juga telah terendus sejak 2015 atau pada saat awal pemerintahan kabinet kerja. Di mana, APBN-P yang telat dilakukan mempengaruhi juga proses pencairan dananya yang bisa dinikmati langsung oleh masyarakat untuk konsumsi.

Dia mengatakan, saat ini banyak perusahaan ritel yang tutup untuk mengubah format atau konsep seperti yang diinginkan para masyarakat. Misalnya, tidak hanya menyajikan kebutuhan pokok, melainkan menyediakan fasilitas atau layanan lain seperti tempat bermain anak, hingga kuliner.

“Jadi ada yang relokasi, bukan karena mereka menutup toko, tapi karena sudah tidak kondusif, atau karena rekstrukturisasi formatnya, bukan tutup karena perusahaan, karena memang sekarang dipikirkan perlu adanya bukan hanya pasar modern tapi juga departemen store, atau ada mainan anaknya, atau ada kulinernya,” ungkap dia.

Selain itu, Roy mengatakan, pertumbuhan sektor ritel sampai semester I-2017 hanya sebesar 3,7% atau turun jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar 6%. Bahkan disepanjang 2016 ritel tumbuh 9%.

“Ritel modern saat ini lagi underperform, Memang ritel dengan semester I tumbuh 3,7% tahun ini kita tutup dengan angka 7%, lebih rendah dari tahun lalu, mudah-mudahan saja bisa 7,5% karena semester I hanya 3,7%, berarti kalau semester II sama 3,7% maka baru 7,4% pertumbuhan ritel. Ini tentu menggambarkan ritel masih bertumbuh tapi melambat,” ungkap dia.

Sementara transaksi sektor ritel yang berasal dari anggota Aprindo sepanjang 2016 dengan pertumbuhan 9% mencapai Rp 200 triliun. Sedangkan untuk tahun ini dengan proyeksi pertumbuhan yang sebesar 7% maka total transaksi sektor ritel hanya sekitar Rp 210 triliun.
Dengan begitu, dia meminta kepada pemerintah untuk segera membuat kesetaraan atau level of playing filed antara konvensional dengan online, mulai dari regulasi hingga mengenai sistem perpajakannya.

“Makanya kita berharap pajak e-commerce segera diberlakukan, karena pembayarannya juga langsung pada amazon pay, alibaba pay, national payment gateway juga harus segera dibuka untuk perdagangan online, agar semuanya lewat national payment gateway, jadi ini yang membuat negara kita terproteksi masuknya online dari asing,” jelas dia.

“Karena tahun depan masih terjadi, apalagi masuk tahun politik sampai 2019, itu bisa menarik nafas lega baru setelah 2019,” tukas dia. (mkj/mkj)

Sumber:

https://id.wikipedia.org/wiki/Eceranhttps://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3709671/pengusaha-ritel-tutup-bukan-karena-daya-beli-masyarakat-rendah?https://bisnis.tempo.co/read/1028843/pekerja-disarankan-segera-berinvestasi-setelah-penuhi-syarat-iniwww.youtube.com/watch?v=m0ytmIGvZHE&index=15&list=PLmriyx1tVZAwqFvplvmQFQx0MYygOm0-o

#ECOANALYSIS
#RESEARCHDIVISION
#HIMAESPFEBUNPAD
#60YearsofFEBUnpad
#LeadingandInspiring

01234

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s