aside INDONESIA bukan…

INDONESIA bukan NEGARA GAGAL

Oleh Ridha Subagja

 

Beberapa minggu ke belakang, berbagai macam media informasi di Indonesia, baik itu media cetak, media elektronik, atau pun internet dengan sangat ramai membuat headline mengenai INDONESIA NEGARA GAGAL???. Berita ini sontak membuat rakyat Indonesia merasa kaget dan bahkan merasa malu (lagi) karena Negara tempat tinggalnya dikatakan sebagai Negara yang gagal, setelah beberapa belas tahun yang lalu Indonesia mendapatkan cap sebagai Negara Terkorup di dunia.

Penilaian gagal atau tidak nya suatu Negara ini dilakukan oleh suatu lembaga dan majalah terkemuka di Negara Adikuasa, Amerika Serikat, yang bernama Fund for Peace dan Foreign Policy magazine. Penilaian di tahun 2011 ini menempatkan Indonesia di posisi ke-63 sebagai Negara Gagal dari 178 Negara yang dinilai oleh lembaga ini.

Entah mengapa penulis merasa sangat geram, tidak setuju, dan mempertanyakan kredibilitas  akan hasil dari penilaian lembaga yang berpusat di Washington D.C. ini. Karena penulis melihat dan merasakan sendiri bahwa bangsa Indonesia telah mengalami perubahan yang sangat signifikan di hampir semua bidang dan banyak sekali prestasi-prestasi yang ditorehkan oleh Negara ini selama kurang lebih satu decade terakhir, terutama dalam perekonomian makro nya. Inilah beberapa prestasi di bidang ekonomi yang telah diraih (dan akan terus dipertahankan bahkan ditingkatkan) oleh Negara yang kita cintai ini :

  1. Cadangan devisa Indonesia tembus 100 miliar dollar

Dalam kurun waktu yang cukup singkat, hanya sekitar 1 dekade saja, Indonesia mampu meningkatkan cadangan devisa nya hingga tembus angka 100 miliar dollar, bahkan sempat mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah bangsa Indonesia, yaitu mencapai 120 miliar dollar. Dan jika dilihat dari data selama 1 dekade ini, maka peningkatan cadangan devisa ini adalah sekitar 3 kali lipat bahkan hampir 4 kali lipat (asalnya hanya sekitar 30 miliar dollar).

  1. Rupiah cenderung stabil terhadap Dollar Amerika

Bank Indonesia, selaku pemegang kekuasaan moneter di Indonesia, selalu menjaga agar nilai rupiah selalu stabil terhadap dollar Amerika. Dengan cadangan devisa yang cukup besar, Bank Indonesia nampaknya berhasil untuk menjaga nilai rupiah, dilihat dari rata-rata nilai rupiah terhadap dollar Amerika yang berada dalam kisaran Rp 9000-Rp 9900 per dollar Amerika.

 

  1. Kinerja dan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia yang luar biasa

Di tengah perekonomian dunia yang lesu, IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) sebagai salah satu indicator kinerja perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia dan sebagai salah satu indicator perekonomian makro Indonesia, terus “berlari” dan “melesat” tinggi meninggalkan bursa efek di Negara-negara dunia, bahkan setelah “turun tajam” di sekitar pertengahan tahun 2009 karena adanya krisis ekonomi dunia 2008(jatuh hingga nilainya hanya sekitar 1500),IHSG mampu berbalik arah dan meningkat dengan pesat, lebih dari 50%, dan ini merupakan yang terbaik ke-2 di dunia (IHSG sempat mencatatkan rekor tertinggi nya sepanjang sejarah bangsa Indonesia pada tahun 2011, di tingkat 4200).

Selain IHSG, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia pun tak jauh beda, “dia” ikut “berlari” dan “melejit” hingga menyentuh angka $ 364,8 miliar, dan ini merupakan kapitalisasi pasar BEI yang terbesar.  

  1. Indonesia bergabung dengan G-20 Major Economy

G-20 Major Economy merupakan kumpulan 20 negara-negara  (termasuk Uni Eropa) dengan perekonomian terbesar di dunia, yang menguasai lebih dari 80% GDP dunia, 80% perdagangan dunia, dan dua per tiga penduduk dunia. Dengan keadaan seperti itu, tak salah jika G-20 disebut-sebut sebagai Pemilik nya Ekonomi dunia (20% GDP sisanya “dibagi-bagi” oleh lebih dari 150 negara), dan Indonesia masuk sebagai salah satu anggota G-20 ini (Indonesia adalah satu-satu nya Negara dari Asia Tenggara). Indonesia dapat masuk G-20 karena memiliki GDP nominal yang besar, jauh lebih besar dibandingkan dengan Negara-negara lain di dunia.

  1. Ekonomi tumbuh mengesankan

Sejak tahun 2005, perekonomian Indonesia terus tumbuh secara mengesankan, rata-rata berada di atas 6% per tahun. Bahkan saat perekonomian dunia hancur  oleh krisis ekonomi dunia pada tahun 2008, ekonomi Indonesia mampu tumbuh sebesar 6,4% di tahun yang sama, dan tetap tumbuh sebesar 4,4% di tahun berikutnya( sebagai dampak krisis ekonomi dunia tersebut, pertumbuhan melambat). Dan saat ini, disaat banyak Negara-negara eropa yang terancam default atau bangkrut (bahkan ada yang sudah bangkrut), seperti Yunani, Spanyol, Portugal, dan Italia, perokonomian Indonesia terus tumbuh dengan pesat, di tahun 2012 saja, para ekonom dari berbagai lembaga dan Negara di dunia meramalkan bahwa ekonomi Indonesia akan tumbuh sebesar 6,7%-6,9%.

  1. GDP nominal Indonesia tahun 2013 dapat mencapai $ 1 triliun

Dengan pertumbuhan ekonomi yang terus dijaga momentum nya oleh pemerintah, di angka 6,7%-6,9% di tahun ini dan diatas 7% di tahun 2013, maka tinggal urusan waktu saja menunggu GDP nominal bangsa Indonesia mencapai $ 1 triliun. Jika hal ini tercapai, maka Indonesia akan sejajar dengan segelintir Negara yang ada di dunia ini yang memiliki GDP nominal lebih dari $ 1 triliun, yaitu seperti Negara Amerika Serikat, China, Jepang, Jerman, Brazil, Italia, Britania Raya, Rusia, India, Meksiko, dan Korea Selatan.

  1. Krisis Ekonomi Dunia 2008 dilalui denga mulus

Pada tahun 2008, ekonomi dunia di guncang dengan default nya Lehman Brothers di Amerika Serikat. Ketakutan akan  krisis ekonomi yang besar melanda seluruh Negara di dunia, termasuk Indonesia. Tinggal menunggu waktu saja bahwa akan ada banyak Negara yang jatuh perekonomiannya. Dan benar saja, banyak Negara-negara di dunia yang ekonomi nya tidak mampu bertahan melawan guncangan ini, Amerika serikat, Jepang, Negara-negara Uni Eropa, Malaysia, Singapura, dan masih banyak Negara lainnya yang ekonominya tumbuh dibawah 0% (minus). Tapi Indonesia, dengan kokoh nya dapat menahan Tsunami Ekonomi ini, dan bahkan makin menancapkan diri sebagai kekuatan ekonomi baru di dunia bersama China dan India dengan ekonomi yang tetap tumbuh sebesar 6,4% di tahun 2008 dan 4,4% di tahun berikutnya.   

Dengan berbagai prestasi di bidang ekonomi yang telah diraih Indonesia, alangkah tidak adil nya jika pihak luar dengan seenaknya menilai bahwa Indonesia adalah Negara yang gagal. Dan kita sebagai masyarakat Indonesia tak usah malu dan mencaci-maki pemerintah atas penilaian jelek yang diberikan oleh lembaga yang entah mewakili siapa. Bahkan penulis pikir, penilaian gagal ini akan membawa dampak positif terhadap bangsa Indonesia, tergantung pemerintah dan kita sebagai masyarakat Indonesia menyikapi hal tersebut, apakah hanya akan tertunduk malu dan saling menyalahkan, atau dengan optimis saling membantu untuk membangun bangsa yang kita cintai ini menjadi bangsa yang maju di seluruh aspek kehidupan dan menjadi bangsa yang dapat melaksanakan tujuannya sesuai dengan apa yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, sehingga tidak akan ada lagi yang dapat meremehkan bangsa dan Negara Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s