The Economies of Scale: The Reason why A Portion of Ayam Geprek Doesn’t Cost 17 Million rupiah

By : Research Division

Pendahulan
Economies of scale adalah konsep ekonomi yang sangat penting dalam bisnis diberbagai industri yang merepresentasikan penghematan biaya (cost-savings) dan competitive advantage dari perusahaan yang dapat memproduksi dengan skala yang lebih besar dibandingkan perusahaan yang memiliki skala lebih kecil. Secara sederhana, semakin besar skala produksinya maka biaya produksi per unitnya akan semakin kecil. Hal ini dapat dicapai karena adanya speliasisasi sumber daya manusia. Spesialisasi sumber daya manusia muncul sekitar 10.000 ribu tahun lalu. Pada zaman tersebut terjadi peningkatan teknologi pada bidang agrikultur yang menyebabkan seorang individu untuk dapat memproduksi jumlah makanan lebih dari yang ia butuhkan sehingga dapat didistribusikan ke individu lain. Hal ini menyebabkan spesialisasi yang menyebabkan individu lain untuk melakukan pekerjaan selain memproduksi makanan, seperti membuat pakaian, melakukan riset, mengajar, dan lain sebagainya lalu melakukan pertukaran. Hal ini juga dapat tercermin pada tingkat perusahaan. Perusahaan besar biasanya hanya berfokus memproduksi satu atau dua jenis barang saja, namun karena mereka melakukan spesialisasi dan memproduksi dengan jumlah output yang sangat besar sehingga biaya atau cost per output mereka akan sangat rendah dibandingkan dengan perusahaan kecil. Salah satu contoh yang konkrit dapat dilihat dari perbandingan harga motor yang diproduksi oleh Honda Motor Company (AHM) dan ARC Motorcycle Company. Honda adalah salah satu merek motor yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Perusahaan dari negeri matahari tersebut setiap tahunnya dapat memproduksi sekitar 2.25 juta unit motor dari pusat produksinya yang terdapat di Cikarang. Untuk mencapai angka produksi tersebut, AHM harus dapat mengutilisasikan teknologi seperti robot dan sumber daya manusia yang banyak dam berkualitas. Di sisi lain ARC Motorcycle Company adalah perusahaan motor yang ditemukan oleh Keanu Reeves. Perusahaan motor ini memproduksi semua motornya dengan tangan (handcrafted) sehingga mereka tidak memerlukan pabrik yang besar ataupun teknologi produksi seperti AHM, namun hal ini menyebabkan persuhaan rintisan actor John Wick tersebut hanya dapat memproduksi 3-4 motor perbulannya dan motornya selalu inden (made by order). AHM mengutilisasikan economies of scale karena jumlah outputnya yang sangat besar menyebabkan biaya per unitnya sangat kecil dibandingkan ARC Motorcycle Company, hal ini dapat dibuktikan dari perbandingan harga motor yang diproduksi kedua perusahaan tersebut dengan displacement yang sama. Motor Honda dengan kapasitas 1000cc (model CBR1000RR) dijual dengan harga 17000$ atau sekitar 300 juta rupiah* sedangkan Motor ARC dengan spesifikasi yang sama dijual dengan harga 78000$ atau sekitar 1.1 milyar rupiah. Disini sangat tercermin peran economies of scale dalam menentukan harga yang akan diberikan oleh konsumen, semakin besar skala produksinya maka akan semakin murah.
Untuk memperjelas konsep economies of scale kita akan melakukan eksperimen yang cukup unik namun ekstrim. Bayangkan kita akan memproduksi ayam geprek namun kita menganggap bahwa kita sebagai manusia tidak melakukan spesialisasi sehingga kita harus dapat membuat ayam geprek tersebut dari nol. Hal ini menyebabkan kita untuk memproduksi semua bahan penunjang ayam geprek tersebut sendiri. Pada eksperimen terdapat 2 asumsi utama yaitu, semua sarana masak dan yang bukan resep dianggap sudah tersedia atau given dan kita melakukan ini sendiri dan tidak boleh memperkerjakan orang lain sehingga kita juga akan menghitung opportunity cost berupa waktu yang harus dibayarkan.

Anatomi Ayam Geprek
Ayam gerpek adalah menu ayam goreng yang digoreng dengan metode crispy dan disajiakan dengan sambel matah dan nasi. Ayam goreng crispy ini memiliki 4 kompenen utama yaitu ayam itu sendiri, tepung, garam, lada dan telur. Sambel matah memiliki 2 komponen yaitu sambel potong dan bawang putih. Sedangkan nasi berasal dari beras. Dalam penelitian ini kita hanya akan menghitung biaya produksi resepnya dan menggangap sarana memasak seperti kompor, piring dan lainnya given.

Biaya Produksi
Ayam merupakan komponen utama yang cukup kompleks untuk dihitung biayanya karena untuk memproduksinya dibutuhkan modal dan biaya operasional yang cukup besar. Untuk eksperimen ini akan menghitung modal dan biaya operasional untuk memproduksi 1 ekor ayam. Estimasi biaya tersebut dirincikan sebagai berikut :
a. Modal Utama
Nama Barang Harga
Kandang Rp 3.000.000
Gasolek (1 buah) Rp 600.000
Tabung gas (1 buah) Rp 400.000
Tempat Pakan (4 buah) Rp 150.000
Bohlam (4 buah) Rp 50.000
Paralon (1 set) Rp 300.000
Tempat Minum (4 buah) Rp 60.000
Kabel (10 meter) Rp 50.000
Total Rp 4.610.000

b. Biaya operasional Bulanan
Nama Barang Harga
Anak Ayam (3 buah) Rp. 24.000
Pakan (1 karung) Rp. 100.000
Obat-obatan dan vaksin Rp. 500.000
Isi tabung gas Rp. 300.000
Total Rp 924.000

Walaupun kita hanya memproduksi 1 ekor ayam namun untuk berjaga-jaga kita akan membesarkan 3 anak ayam karena probabilitas mortalitas ayam yang cukup tinggi. Dari rincian biaya yang telah dipaparkan dan dengan asumsi kita membutuhkan waktu membesarkan ayam sekitar 1 bulan maka biaya yang harus dikeluarkan untuk memproduksi ayam dari nol adalah sekitar Rp 5.534.000 rupiah.

Telur dalam resep ayam geprek digunakan sebagai pelapis ayam agar tepung dapat melekat dengan baik pada saat ayam digoreng, untuk menyederhanakan proses ini kita akan mengasumsikan bahwa salah satu dari ayam ini akan bertelur. Secara alami ayam betina akan bertelur pada umur 7 bulan. Karena kita sudah memiliki modal dasar dari produksi ayam sebelumnya, biaya yang harus kita tambahkan hanyalah biaya operasionalnya yaitu sebanyak 6 bulan. Sehingga biaya untuk memproduksi telur untuk satu porsi ayam geprek adalah Rp 5.544.000 (Rp 924.000 x 6)
Garam menjadi komponen kedua yang paling penting karena kompenen ini digunakan baik dalam membuat ayam geprek dan sebagai bahan utama dalam pembuatan sambel matah. Garam diperoleh dengan proses penguapan air laut. Posisi laut terdekat dan dengan akses transportasi paling umum terdapat di Pantai Pangandaram. Kita juga setidaknya menginap di lokasi tersebut minimal sehari untuk memproduksi garam sehingga kita juga akan menghitung biaya akomodasi. Dengan asumsi itu kita dapat merincikan biaya sebagai berikut:
Nama Barang Harga
Tiket Travel PP (Jatinangor-Pangandaran) Rp 300.000
Penginapan Rp 300.000
Makanan dan Jajan Rp 100.000
Baskom Rp 60.000
Penyaring Rp 25.000
Wadah Plastik Rp 5000
Total Rp 790.000
Setelah di rincikan seperti diatas, maka biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi garam adalah Rp 790.000
Lada salah satu komponen utama dalam membuat ayam geprek. Lada juga merupakan komponen paling lama untuk diproduksi karena membutuhkan waktu kurang lebih 3 tahun untuk melakukan panen pertama. Rincian estimasi biaya produksi lada untuk satu porsi ayam geprek dapat di rincikan sebagai berikut :
Modal Utama
Nama Barang Harga
Bibit lada Rp 50.000
Cangkul Rp 112.000
Keranjang panen lada perdu Rp 115.000
Golok dan sabit Rp 52.000
Hand sprayer Rp 215.000
Peralatan tambahan yang lainnya Rp 61.100
Total Rp 605.100

Biaya Operasional Bulanan
Nama Barang Harga
Pupuk organik Rp 21.000
Pupuk kimia Rp 32.000
Pestisida Rp 16.000
Polyback Rp 15.000
Biaya lainnya Rp 20.000
Total Rp 104.000

Karena kita baru dapat memanen lada setelah tiga tahun maka total biaya operasional bulanannya menjadi Rp. 3.744.000 (Rp 104.000 x 36 bulan). Jadi biaya total untuk memproduksi lada untuk satu porsi ayam geprek adalah Rp 4.349.100
Tepung terigu merupakan komponen utama yang membuat ayam goreng tersebut menjadi crispy. Tepung terigu memiliki bahan dasar utama singkong. Singkong tersebut lalu dibersihkan dicampur dengan sejumlah glunten lain, digiling dan lalu disaring. Untuk memproduksi tepung dibutuhkan waktu kurang lebih 3 hari dengan estimasi biaya dirincikan sebagai berikut :
Nama Barang Harga
Pemarut Rp 25.000
Penyaring Rp 30.000
Penghalus Rp 50.000
Pengayak Rp 65.000
Singkong 1 kg Rp 1.500
Total Rp 171.500
Dari rincian diatas, biaya untuk memproduksi tepung untuk membuat 1 porsi ayam geprek adalah Rp. 171.500
Cabai potong merupakan bahan utama dari pembuatan sambal matah. Untuk produksi cabe sendiri dibutuhkan waktu sekitar 2 bulan sebelum dapat dipanen. Proses penanamnnya juga cenderung sederhana dan straight forward. Pada proses produksi komponen lainnya kita sudah memiliki beberapa peralatan untuk bercocok tanam sehingga biayanya tidak dihitung lagi. Biaya produksi cabai dapat dirincikan sebagai berikut :
Modal Awal
Nama Barang Harga
Bibit Cabai Rp 25.000
Total Rp 25.000
Biaya Operasional Bulanan
Nama Barang Harga
Pupuk organic Rp 21.000
Biaya lainnya Rp 15.000
Total Rp 36.000
Karena dibutuhkan waktu 4 bulan untuk menumbuhkan cabai maka total biaya operasionalnya adalah Rp 144.000 (Rp 36.000 x 4 bulan). Total biaya untuk memproduksi cabai untuk sambal matah satu porsi ayam geprek adalah Rp. 169.000
Bawang putih digunakan baik dalam proses pembuatan ayam geprek dan pembuatan bumbu sambal matah. Sama halnya dengan cabai potong memproduksi bawang putih cukup sederhana dan karena kita sudah memiliki sarana bercocok tanam maka biayanya sudah tidak dihitung kembali. Bawang putih membutuhkan waktu kurang lebih 3 bulan. Biaya produksi bawang putih dapat dirincikan sebagai berikut :

Modal Awal
Nama Barang Harga
Bibit Cabai Rp 20.000
Total Rp 20.000
Biaya Operasional Bulanan
Nama Barang Harga
Pupuk organik Rp 22.000
Biaya lainnya Rp 15.000
Total Rp 37.000
Karena dibutuhkan waktu 3 bulan untuk menumbuhkan cabai maka total biaya operasionalnya adalah Rp 108.000 (Rp 36.000 x 3 bulan). Total biaya untuk memproduksi bawang putih untuk kompenen sambal matah satu porsi ayam geprek adalah Rp. 128.000
Padi merupakan komponen terpenting sebagai bahan untuk membuat nasi. Padi memerlukan waktu kurang lebih 4 bulan sampai bisa dipanen dengan biaya sebagai berikut, dengan asumsi bahwa kita tidak menghitung biaya peralatan yang sudah ada :
Modal Awal
Nama Barang Harga
Bibit Padi Rp 100.000
Total Rp 100.000
Biaya Operasional Bulanan
Nama Barang Harga
Pupuk organik Rp 22.000
Biaya lainnya Rp 15.000
Pupuk kimia Rp 20.000
Pestisida Rp 21.000
Total Rp 78.000
Karena dibutuhkan waktu 4 bulan untuk menumbuhkan cabai maka total biaya operasionalnya adalah Rp 312.000 (Rp 78.000 x 4 bulan). Total biaya untuk memproduksi padi untuk kompenen nasi untuk satu porsi ayam geprek adalah Rp. 412.000
Total Akhir
Komponen Harga Total Akhir
Ayam Rp 5.534.000
Telur Rp 5.544.000
Garam Rp 790.000
Lada Rp 4.349.100
Tepung Terigu Rp 171.500
Cabai Rp 169.000
Bawang Putih Rp 128.000
Padi Rp 412.000
Total Rp 17.097.600
Berdasarkan penghitungan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa untuk memproduksi satu porsi ayam geprek mulai dari nol dan tanpa mengimplementasikan economies of scale maka biayanya adalah Rp 17.097.600 dengan opportrunity cost waktu sebesar 3 tahun karena produksi paling lama terdapat pada pembuatan lada.

Data Harga
Data harga dan jumlah penggunaanya kami peroleh dari berbagai website pengolaan usaha masing-masing komoditas. Harga yang digunakan rata-rata merupakan harga pokok dari tahun 2017. Semua sumber data harga terdapat pada bagian refferensi.

Kesimpulan
Economies of scale merupakan pondasi utama dalam dunia modern dimana dengan skala produksi yang besar dapat menekan biaya produksi hingga titik yang sangat rendah (efektif). Economies of scale juga membuat semua orang menjadi better off karena mereka tidak perlu memproduksi makanannya sendiri sehingga mereka dapat merealokasikan tenaga mereka untuk melakukan spesialisasi pada bidang lainnya. Economies of scale mengutilisasikan jumlah output dimana jika output yang diproduksi semakin banyak maka biaya per setiap untitnya akan mengecil. Hal ini dapat dilihat dari case study sederhana antara Honda Motor Company (AHM) dan ARC Motorcycle Company. AHM menggunakan tekonologi robotic dan sumber daya manusia yang banyak sehingga dapat memproduksi hamper 2.25 juta motor pertahunnya. Sedang ARC Motorcycle Company memproduksi motornya dengan tangan (handcrafted) sehingga perusahaan ini hanya dapat memproduksi 2 sampai 4 motor perbulannya. Alhasil honda dapat menjual motor dengan kapasitas mesin 1000cc pada tingkat harga /, sedangkan ARC Motorcycle Company dengan spesifikasi yang sejenis menjualnya dengan harga //. Hal ini sangat merefleksikan peran dari utilisasi economies of scale dalam penentuan harga. Pada kesempatan kali ini kita akan melakukan eksperimen kecil untuk mengkaji peran economies of scale dalam memproduksi satu porsi ayam geprek. Satu porsi ayam geprek tersebut terdiri dari ayam geprek, nasi dan sambal matah. Jika kita ingin memproduksi ayam geprek dari nol tanpa mengutilisasikan economies of scale maka biaya yang harus dikeluarkan adalah sekitar Rp 17.097.600 dengan opportrunity cost waktu sebesar 3 tahun. Tentunya hal ini sangatlah tidak efektif dan tidak praktis. Harga satu porsi ayam geprek saat ini sekitar Rp. 20.000 rupiah dan terkadang itu sudah dengan minuman berupa teh manis. Harga tersebut tentu sangat jauh dengan harga 17 juta rupiah dan hal ini merefleksikan pentingnya economies of scale pada kehidupan sehari-hari.

Refference
BBPadi. (2016, September 27). BBPADI. Retrieved from http://bbpadi.litbang.pertanian.go.id/index.php/info-berita/tahukah-anda/klasifikasi-umur-tanaman-padi.
Hisnun, B. (2019, May 29). Cara Membuat Tepung Terigu dan Jenis Tepung Terigu. Retrieved from https://mesinpertanian.id/cara-membuat-tepung-terigu/.
Info, G. D. M. (2018, October 6). Cara Ternak Ayam Petelur Yang Terbukti Meningkat Produksi. Retrieved from https://gdmorganic.com/cara-ternak-ayam-petelur/.
Kenton, W. (2019, November 18). What You Need to Know About Economies of Scale. Retrieved from https://www.investopedia.com/terms/e/economiesofscale.asp.
Peluang Bisnis Ternak Ayam dan Analisa Bisnisnya. (n.d.). Retrieved from https://www.tokomesin.com/peluang-bisnis-ternak-ayam-dan-analisa-bisnisnya.html.
Peluang Usaha Budidaya Cabe dan Analisa Usahanya. (2017, April 15). Retrieved from http://www.agrowindo.com/peluang-usaha-budidaya-cabe-dan-analisa-usahanya.htm.
Peluang Usaha Budidaya Lada Perdu Dan Analisa Usahanya. (2017, May 26). Retrieved from http://www.agrowindo.com/peluang-usaha-budidaya-lada-perdu-dan-analisa-usahanya.htm.
Peluang Usaha Budidaya Padi Sawah Dan Analisa Usahanya. (2017, May 27). Retrieved from http://www.agrowindo.com/peluang-usaha-budidaya-padi-sawah-dan-analisa-usahanya.htm.
Peluang Usaha Garam Dapur Dan Analisa Usahanya. (2017, May 8). Retrieved from http://www.agrowindo.com/peluang-usaha-garam-dapur-dan-analisa-usahanya.htm.
Peluang Usaha Tepung Tapioka dan Analisa Usahanya. (2017, May 16). Retrieved from http://www.agrowindo.com/peluang-usaha-tepung-tapioka-dan-analisa-usahanya.htm.
Perawatan dan Cara Panen Bawang Putih. (2018, December 28). Retrieved from https://petaniquick.com/perawatan-dan-cara-panen-bawang-putih/.
Stigler, G. J. (1958). The Economies of Scale. The Journal of Law and Economics, 1, 54–71. doi: 10.1086/466541
√ 11 Travel Bandung Pangandaran Harga Tiket dan Jadwal [2019]. (2019, November 21). Retrieved from https://www.hargatiket.net/travel-bandung-pangandaran/.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s